Cinta-MU cinta yang abadi..
Hari itu, wajah Rani tampak sedih dan murung.. Patah hati,
iya, hatinya kala itu sedang patah.
gadis ceria itu, kini bersedih.Dan dia tak bisa menyimpan
raut wajah kesalnya itu.
Rani berjalan melewati lapangan yang becek. mengangkat rok
panjangnya tinggi-tinggi, agar tidak terkena air, Tapi tiba-tiba (sret...!!!),
“aduh!” ucap Rani ketika ia terjatuh ketanah berlumpur.
Ia cepat-cepat berdiri, takut kalau nantinya banyak orang
disekitar tempat itu yang menyorakinya (karena biasanya, kalau penulisnya yang
jatuh, ada yang nyoraki.. :D..).
“duh, gimana nich.. udah hampir jam masuk kuliah, tapi
rokku?” kata Rani dalam hati sambil melihat roknya yang basah dan kotor. Entah
apa yang ia pikirkan. Ia tetap berjalan menuju kampus dan memasuki ruang
kuliahnya. ((tak kasih tw, ruang kuliah penulisnya A5-105)).
Rani berjalan tanpa mempedulikan ekspresi dari teman-teman
yang memperhatikannya. Rani duduk di kursi pojok nomor dua dari belakang, karena
takut ketahuan dosen kalau roknya kotor. tak lama kemudian, seorang laki-laki
yang bertubuh tinggi tegap, datang dan menghampiri Rani. Merasa tidak kenal,
maka Rani menunduk dan mengabaikan laki-laki itu.
”Hei, itu tempat dudukku”, kata laki-laki yang berdiri
didepan Rani.”bukannya, siapa yang datang dulu, boleh memilih tempat duduk??”
jawab Rani sambil mengerutkan dahi.
“iya, tapi aku datang lebih dulu dari kamu. Kalau mau
memilih tempat duduk, cari yang belakang kursinya belum ada tasnya!..” kata
laki-laki itu dengan nada agaktinggi. Rani baru menyadari bahwa ia menyandarkan
punggungnya pada tas laki-laki itu.”maaf,,” kata Rani dengan nada lesu sambil
berdiri dan akan berpindah tempat duduk.
”Lalu untuk tas ini, apa kamu juga mau minta maaf?!” kata
laki-laki yang masih tetap berdiri didepan kursi yang semula ia duduki. Rani
yang berjalan, kemudian berhenti dan berbalik badan.
Ia melih
a tas
yang sudah basah dan kotor bekas terkena rok
yang ia pakai.kemudian ia menatap wajah laki-laki itu yang sedang kesal. Selang
beberapa detik, air mata Rani keluar dengan mudahnya. “Lhoh, kenapa kamu
menangis?!” kata laki-laki itu, bingung.”sudah-sudah, jangan menangis..”
laki-laki itu menjadi panik karena tangisan Rani bertambah kencang.
BERSAMBUNG...............
Takdir ta' akan mninggalkanmu, toh
qt tak pny pilihan slain maju..
Jgn kuatir, hari esok blum prnh trtulis, krena kaulah yg akan mnulis msa dpanmu
itu sndiri!! #anything goes!
1 maret 2012